Tuesday, May 16, 2017

Lensa Kontak

Lensa kontak telah digagas sejak awal abad ke-16 oleh Leonardo Da Vinci. Pada tahun 1508 Da Vinci mengutarakan sebuah konsep mengenai lensa kontak. Ia berpendapat bahwa optik dari mata manusia dapat dirubah dengan kontak mata langsung dengan air. Setelah hampir tiga abad tidak terjadi perkembangan berarti, lensa kontak dibicarakan kembali oleh John Herschel pada tahun 1823. Herschel memperkenalkan konsep tentang model cetakan dari
mata manusia. Model cetakan tersebut akan mempermudah produksi lensa yang sesuai jika dipasang pada permukaan mata bagian
depan. Akan tetapi, realisasi dari pemikiran Herschel baru dilakukan 50 tahun kemudian oleh F. A. Muller. Dengan mempergunakan gagasan Herschel, ia merancang lensa kontak pertama kali pada tahun 1887 dengan temuan lensa kontak yang terbuat dari bahan kaca yang berukuran selebar mata, sehingga jika dipasang akan menutupi seluruh permukaan mata bagian depan. Setahun kemudian, Adolf E. Fick dan Edouard Kalt merancang dan mempraktekkan pemasangan lensa kontak pada mata untuk membantu penglihatan.

Sumber lain menyebutkan bahwa pada tahun 1801 Thomas Young mendesain lensa kasar (crude lense) dari bahan baku lilin dan air dengan mempergunakan sejumlah teori tentang model-model masa depan yang kemudian diterapkan oleh beberapa ilmuwan lain, misalnya Istvan Komaromy
pada tahun 1929, untuk menyempurnakan metode pembuatan model cetakan dari mata yang sesungguhnya

Memasuki abad ke-20, William Feinbloom memperkenalkan lensa plastik yang ringan dan nyaman pada tahun 1939. Pada awal Perang Dunia II pada tahun 1939, keberadaan lensa kontak kaca mendapatkan pesaing berupa lensa kontak yang terbuat dari bahan plastik. Desain tersebut bertahan hingga tahun 1948 dengan inovasi lensa yang memiliki ukuran yang lebih kecil, yakni hanya
menutupi kornea mata. Setahun berselang, 1949, lensa kornea (corneal lenses) diperkenalkan. Lensa ini dapat dipasang pada mata selama 16 jam tiap hari, namun bahannya mudah rusak dan harganya mahal.

Soft contact lense pertama kali dipopulerkan pada tahun 1971. Delapan tahun kemudian (1978) pengembangan dilakukan dengan model baru yang disebut dengan GP contact lenses. Penggunaan lensa kontak pada mata memiliki batasan waktu, misalnya, pengguna lensa tidak disarankan untuk mengenakannya pada waktu tidur. Barulah pada tahun 1981 FDA menyetujui penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu yang lebih lama. Namun secara umum pemasangan GP contact lenses
dengan jangka waktu lebih lama baru dipraktekkan pada tahun 1986. Perkembangan selanjutnya ialah berupa disposable soft contact lenses pada tahun 1987, diikuti dengan diperkenalkannya generasi terbaru lensa kontak GP yang terbuat dari bahan fluorosilicone acrylate.

Kurang lebih satu dekade berselang, tahun 1996 ditandai dengan munculnya one-day disposable soft lenses. Jenis lensa ini dapat dipergunakan selama satu hari kemudian setelah itu dapat dibuang dan diganti dengan yang baru.

Inovasi lensa kontak terus berlangsung hingga millennium kedua. Pada tahun 2002 produsen lensa kontak memasarkan silicone-hydrogel contact lenses. Bersamaan dengan momentum itu, FDA
mengeluarkan ijin penggunaan lensa kontak jenis overnight orthokeratology.

Referensi:
1. Contact Lense Manufacturers Association (CLMA). "A Brief History of Contact Lense". Diakses dari
http://www.contactlenses.org/, pada tanggal 10 Mei 2017.
2. Heiting G. "When Were Contact Lenses Invented?". Diakses dari http://www.allaboutvision.org/,
pada tanggal 10 Mei 2017.
3. "History of Contact Lenses". Diakses dari http://glasseshistory.com/glasses-history/history-of-
contact-lenses/, pada tanggal 11 Mei 2017.

Share:

0 comments:

Post a Comment