Wednesday, March 9, 2016

Creighton Williams Abrams, Jr.

Creighton William Abrams, Jr. lahir di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, pada tanggal 15 September 1914. Ia menyelesaikan pendidikan U.S. Military Academy, West Point, pada tahun 1936 dan tugas pertamanya menjadi anggota 7th Cavalry Regiment di Fort Bliss, Texas. Abrams promosi pangkat sebagai kapten pada tahun 1940.

Pengakuan pertama sebagai seorang profesional untuk Abrams ialah saat ia berpangkat letnan kolonel dan menjadi komandan sebuah batalion tank yang menjadi ujung tombak Third Army (di bawah pimpinan Jenderal George Patton) dalam operasi di berbagai tempat di Eropa. Creighton Abrams memimpin pasukan di tapal batas Jerman untuk ikut membantu 101st Airborne Division yang dikepung oleh tentara Jerman di Bastogne pada tanggal 16 Desember 1944, tepatnya saat terjadi Pertempuran Bulge (Battle of the Bulge). Atas keberhasilan tersebut Abrams naik pangkat menjadi kolonel.

Pasca Perang Dunia II, Creighton Williams Abrams, Jr. menjabat sebagai direktur taktik pada Armor School, Fort Knox periode 1946-1948, dan Chief-of-staff  I, X, dan IX Corps di Korea periode 1953-1954. Karir selanjutnya bagi Abrams adalah Army General Staff bersamaan dengan promosinya menjadi brigadir jenderal pada tahun 1956, kemudian naik pangkat lagi menjadi mayor jenderal pada tahun 1960.

Pada periode 1960-1962 Creighton Abrams menjabat sebagai komandan 3rd Armored Divison di Jerman, sebuah pos penting selama berlangsungnya Perang Dingin. Setelah memimpin pasukan yang menghalau kerusuhan demonstrasi hak-hak sipil di Mississippi (1962-1963), Abrams dipromosikan sebagai letnan jenderal dan mengambilalih pucuk pimpinan V Corps. Pada pertengahan tahun 1964 ia dipanggil kembali ke Eropa dan naik pangkat sebagai jenderal, sekaligus menduduki jabatan Vice Chief-of-Staff Angkatan Darat. Selanjutnya bulan Mei 1967 bertugas ke Vietnam sebagai deputi komandan bagi Jenderal William C. Westmoreland. Konsentrasinya tertuju pada pemantapan angkatan bersenjata yang bertugas di Vietnam Selatan. Pada saat terjadi Tet Offensive bulan Januari 1968 pasukan yang dipimpin oleh Abrams menunjukkan hasil yang lebih memuaskan bagi Amerika Serikat.

Jenderal Creighton Williams Abrams, Jr. meninggal pada tanggal 4 September 1974 di Washington, D.C. akibat penyakit kanker. Kontribusi terakhirnya ialah mereformasi angkatan bersenjata Amerika Serikat yang kelak menunjukkan hasilnya dalam Perang Teluk Persia pada tahun 1991.

Referensi:
Tucker, S. C. (ed). 2015. 500 Great Military Leaders, Vol. I: A-K. Oxford: ABC-CLIO, LLC