Wednesday, November 2, 2016

Kronologi Perang Pasifik, Bagian I (1941-1942)

Kronologi Perang Pasifik [1]

Tahun 1941
07 Desember: Tentara Jepang mendarat di Thailand dan Malaya. Serangan terhadap Hong Kong.
07 Desember: Serangan terhadap Pearl Harbor.
08 Desember: Kapal Perang Inggris, "Prince of Wales" dan "Repulse", tenggelam. Tentara Jepang mencapai Luzon, Filipina.
11 Desember: Pertempuran merebut wilayah Jitra, Malaya, dimenangkan oleh Jepang.
17 Desember: Pihak Inggris menarik diri menuju ke Sungai Perak, Malaya.
22 Desember: Kekuatan utama tentara Jepang menguasai Luzon, Filipina.
23 Desember: Penaklukan Pulau Wake. Tentara Amerika Serikat dipukul mundur dan lari ke Bataan, Filipina.
25 Desember: Penaklukan atas Hong Kong.
26 Desember: Tentara Jepang memblokade jalur Sungai Perak.

Tahun 1942
07 Januari: Tentara Inggris menuju ke persimpangan Sungai Slim.
10 Januari: Tentara Jepang mulai mendarat di Indonesia bagian Utara yang dikuasai Belanda.
11 Januari: Jepang menduduki Kuala Lumpur, Malaya.
14 Januari: Divisi Australia menjebak tentara Jepang di Gemas.
15 Januari: Pertempuran di simpang Sungai Muar, tentara Australia dipukul mundur.
20 Januari: Tentara Selatan Jepang menginvasi Burma.
21 Januari: Jepang mengebom New Guinea.
30 Januari: Inggris dipukul mundur dan lari ke Singapura.
14 Februari: Jepang mendarat di Sumatera.
15 Februari: Penaklukan Singapura. Inggris mengalami kekalahan besar.
17 Februari: Jepang mendarat di Bali.
27 Februari: Pertempuran Laut Jawa. Angkatan Laut Sekutu takluk.
29 Februari: Jepang mendarat di Jawa.
21 Maret: Jepang memperluas pendudukan hingga Burma bagian tengah.
05/09 April: Kapal Jepang menyerang Ceylon (Sri Lanka).
08 April: Bataan takluk. Amerika Serikat mengalami kekalahan besar.
18 April: Serangan Doolittle terhadap Tokyo.
03 Mei: Operasi Tulagi-Moresby. Pertempuran Laut Coral.
05/06 Mei: Jepang memasuki wilayah Cina dari Burma. Serangan dan Penaklukan Corregidor.
20 Mei: Inggris mundur sepenuhnya dari Burma.
4 Juni: Pertempuran Midway. Jepang mengalami kekalahan besar.
21 Juli: Jepang mendarat di Buna, New Guinea.
07 Agustus: 1st Marine Division mendarat di Guadalcanal.
08/09 Agustus: Pertempuran laut di Pulau Savo.
20 Agustus: Angkatan Udara Amerika Serikat mulai mendarat di Guadalcanal.
23 Agustus: Pertempuran laut di Kepulauan Solomon Timur
11 September: Tentara Australia menahan serangan Jepang terhadap Port Moresby, New Guinea.
11/12 Oktober: Pertempuran laut di Cape Esperance.
24 Oktober: Pertempuran laut Santa Cruz.
12/13 November: Pertempuran Laut I untuk merebut Guadalcanal.
13/14 November: Pertempuran Laut II untuk merebut Guadalcanal.
30 November: Pertempuran laut Tassafaronga.
21 Desember: Tentara Inggris masuk kembali ke Burma.

Peta Guadalcanal (1942) [2]


Referensi:
[1] The Pacific War: A World War II Summary; War Events Summary [http://www.wtj.com/articles/pacific_summary/timeline.htm]. Diakses tanggal 2 November 2016.
[2] Map of WWII: The Guadalcanal Campaign 1942.
Share:

Wednesday, March 9, 2016

Creighton Williams Abrams, Jr.

Creighton William Abrams, Jr. lahir di Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat, pada tanggal 15 September 1914. Ia menyelesaikan pendidikan U.S. Military Academy, West Point, pada tahun 1936 dan tugas pertamanya menjadi anggota 7th Cavalry Regiment di Fort Bliss, Texas. Abrams promosi pangkat sebagai kapten pada tahun 1940.

Pengakuan pertama sebagai seorang profesional untuk Abrams ialah saat ia berpangkat letnan kolonel dan menjadi komandan sebuah batalion tank yang menjadi ujung tombak Third Army (di bawah pimpinan Jenderal George Patton) dalam operasi di berbagai tempat di Eropa. Creighton Abrams memimpin pasukan di tapal batas Jerman untuk ikut membantu 101st Airborne Division yang dikepung oleh tentara Jerman di Bastogne pada tanggal 16 Desember 1944, tepatnya saat terjadi Pertempuran Bulge (Battle of the Bulge). Atas keberhasilan tersebut Abrams naik pangkat menjadi kolonel.

Pasca Perang Dunia II, Creighton Williams Abrams, Jr. menjabat sebagai direktur taktik pada Armor School, Fort Knox periode 1946-1948, dan Chief-of-staff  I, X, dan IX Corps di Korea periode 1953-1954. Karir selanjutnya bagi Abrams adalah Army General Staff bersamaan dengan promosinya menjadi brigadir jenderal pada tahun 1956, kemudian naik pangkat lagi menjadi mayor jenderal pada tahun 1960.

Pada periode 1960-1962 Creighton Abrams menjabat sebagai komandan 3rd Armored Divison di Jerman, sebuah pos penting selama berlangsungnya Perang Dingin. Setelah memimpin pasukan yang menghalau kerusuhan demonstrasi hak-hak sipil di Mississippi (1962-1963), Abrams dipromosikan sebagai letnan jenderal dan mengambilalih pucuk pimpinan V Corps. Pada pertengahan tahun 1964 ia dipanggil kembali ke Eropa dan naik pangkat sebagai jenderal, sekaligus menduduki jabatan Vice Chief-of-Staff Angkatan Darat. Selanjutnya bulan Mei 1967 bertugas ke Vietnam sebagai deputi komandan bagi Jenderal William C. Westmoreland. Konsentrasinya tertuju pada pemantapan angkatan bersenjata yang bertugas di Vietnam Selatan. Pada saat terjadi Tet Offensive bulan Januari 1968 pasukan yang dipimpin oleh Abrams menunjukkan hasil yang lebih memuaskan bagi Amerika Serikat.

Jenderal Creighton Williams Abrams, Jr. meninggal pada tanggal 4 September 1974 di Washington, D.C. akibat penyakit kanker. Kontribusi terakhirnya ialah mereformasi angkatan bersenjata Amerika Serikat yang kelak menunjukkan hasilnya dalam Perang Teluk Persia pada tahun 1991.

Referensi:
Tucker, S. C. (ed). 2015. 500 Great Military Leaders, Vol. I: A-K. Oxford: ABC-CLIO, LLC
Share: