Monday, September 7, 2015

Sejarah Olahraga Anggar

Anggar adalah sebuah seni sekaligus olahraga pedang yang menggunakan senjata berujung tumpul. Olahraga anggar sangat erat hubungannya dengan sejarah masa lalu, maka tidak mengherankan bahwa jenis olahraga ini termasuk antik Referensi yang paling dipercayai sebagai awal perkembangan anggar adalah ukiran pada candi di Madinet-Habur, Mesir yang dibangun oleh Raja Ramses III yang berangka taun 1190 SM. Para pelaku anggar (dalam bahasa Inggris disebut 'fencer') digambarkan bermain menggunakan senjata yang berujung tumpul dan mengenakan topeng seperti halnya yang dikenal orang di dalam olahraga anggar saat ini.

Peradaban-peradaban kuno lain, seperti Cina, Jepang, Persia, Babylonia, Greek, dan Romawi, juga memiliki kebiasaan olahraga menggunakan pedang sebagai salah satu rangkaian untuk melatih ketangkasan di dalam bertempur. Anehnya, olahraga pedang -- yang merupakan anteseden paling langsung dari olahraga anggar modern -- baru berkembang pada era dikenalnya bubuk mesiu dan senjata api pada abad ke-14. Kejuaraan anggar mulai diselenggarakan di Jerman, tepatnya di Marxbruder Frankfort pada tahun 1480. Setelah itu bermunculan asosiasi-asosiasi anggar di berbaga negara lain di Eropa. Di Britania Raya, Masters of Defence dibentuk atas prakarsa Raja Henry VIII sebelum tahun 1540.

Dari abad ke-16 hingga abad ke-18 perlombaan berhadiah menampilkan lomba ketangkasan dan ujian permainan pedang yang diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Para juara bertanding melawan para penantang di dalam pertarungan menggunakan berbagai macam senjata, seperti 'singlestick', 'quarterstaffs', dan 'backswords'. Dalam pertarungan tersebut tak jarang darah bercucuran. Pada akhir abad ke-18, James Figg, juara Corporation of Fencing masters (sekaligus juara tinju Inggris), memperkenalkan 'pugilisme' dalam event perlombaan. Karena 'fisticuffs' lebih mudah untuk dipelajari daripada permainan pedang, dan akibatnya tidak fatal, maka pengenalan model baru menjadi melebihi popularitas anggar. Anggar sendiri kemudian turun derajat menjadi sekedar kejuaraan tingkat provinsi.

Olahraga anggar modern mengenal tiga jenis senjata, yakni epee, foil, dan sabre. Ketiga jenis senjata tersebut berlaku bagi atlet anggar laki-laki maupun perempuan, meskipun atlet perempuan pada awalnya lebih memiliki spesialisasi untuk berlomba pada kategori foil. Perlombaan anggar berlangsung dalam kategori perorangan dan beregu. Untuk anggar beregu, setiap regu terdiri atas tiga hingga empat atlet. Pada awal perkembangannya seorang atlit anggar turun bertanding di dalam ketiga kategori.

Share: