Monday, September 7, 2015

Operasi Sekutu di Pulau Borneo

Salah satu pertempuran yang kurang dikenal di dalam rangkaian Perang Pasifik adalah invasi Sekutu terhadap Borneo. Dengan keberhasilan merebut kembali wilayah Filipina, terus berlanjutnya pertempuran untuk merebut Okinawa, dan runtuhnya Jerman, tidak banyak perhatian yang ditujukan pada usaha Sekutu menduduki Borneo, namun pendudukan wilayah tersebut mengganggu persediaan sumber daya alam pihak Jepang yang diambil dari Borneo dalam bentuk karet dan minyak. Selain itu, Pulau Tarakan sebelum invasi Borneo telah digunakan oleh armada Jepang.

Borneo jatuh ke tangan Southwest Pacific Command yang dipimpin oleh Jenderal Douglas MacArthur. MacArthur percaya bahwa pendudukan ladang minyak Borneo adalah langkah yang sangat penting, namun tentara Inggris dan Australia menganggap serangan di Mandalay (Burma) lebih penting daripada Borneo. Akan tetapi, MacArthur mendapatkan persetujuan untuk melancarkan serangan pada bulan Mei 1945. Rencana MacArthur mencakup tiga pendaratan yang terpisah: Pulau Tarakan, Teluk Brunei, dan Balikpapan. Hambatan awal yang menghadang Sekutu adalah banyaknya ranjau yang ironisnya dipasang sendiri oleh pihak Sekutu untuk menghambat lalu-lintas angkatan laut Jepang dan ranjau yang dipasang oleh Jepang untuk mempertahankan invasi mereka. Usaha penyapuan ranjau terganggu oleh kondisi perairan yang tidak stabil dan arus yang kuat. Namun secara keseluruhan penyapu ranjau Sekutu bekerja secara efektif dan hanya kehilangan satu kapal penghancur (destroyer), Jenkins, pada invasi tahap awal.

Pada tanggal 30 April 1945 komando-komando Sekutu menyerbu Pulau Sadau yang berada di sebelah barat Pulau Tarakan, dan sebuah batalion artileri dipindahkan ke pulau tersebut untuk mendukung invasi. Kedudukan Jepang di Tarakan mendapatkan serangan dari udara dan laut, dan pada tanggal 1 Mei 1945, 13.000 tentara 2d Brigade dari Australia mendarat ke Pulau Sadau. Jepang sebelumnya hanya mampu bertahan sekejap, dan pada tanggal 5 Mei 1945 kota Tarakan dan pangkalan udara pulau tersebut jatuh ke tangan Sekutu. Pada saat tentara Australia masuk semakin ke dalam Pulau Tarakan, Jepang tetap berusaha untuk mempertahankan diri dan mereka baru menyerah satu bulan kemudian. Dalam pertempuran tersebut 225 tentara Australia tewas dan 669 lainnya luka-luka, sedangkan Jepang kehilangan 1.540 tentara.

Teluk Brunei menjadi target selanjutnya. Teluk Brunei memiliki kekayaan alam yang menakjubkan dan pada saat itu merupakan daerah Borneo dengan jumlah penduduk paling banyak. Untuk tahap penyerangan di Teluk Brunei, Sekutu dapat mengandalkan bantuan dan kecerdasan dari jaringan gerilya. Terdapat empat satuan terpisah yang dipimpin oleh orang Inggris yang beroperasi di dekat lokasi invasi. Gerilya bahkan mampu membuka pangkalan udara kecil dan dipasok dengan baik oleh Sekutu. Namun sebelum Sekutu mampu menginvasi daerah pesisir pantai, mereka harus terlebih dahulu membereskan serangkaian pulau kecil yang berjajar di sepanjang tepi Teluk Brunei. Tujuan utama Sekutu pada tahap invasi Brunei adalah Pulau Labuan, kota Brunei, dan ladang minyak Seria dan Miva.

Meskipun Jepang hanya memiliki 1.500 orang pasukan untuk menahan invasi, para komandan Sekutu tetap mempertimbangkan kemungkinan adanya serangan angkatan laut Jepang selama berlangsungnya invasi. 


Guna mengantisipasi ancaman tersebut, sebuah skuadron yang terdiri atas kapal-kapal penghancur (cruiser) berat ditempatkan di antara Teluk Brunei dan Singapura (kemungkinan rute kejutan dari musuk secara dramatis berkurang pada saat kapal selam Inggris menenggelamkan kapal-kapal penghancur Jepang yang masih beroperasi di Laut Cina Selatan). Pada tanggal 10 Juni 1945 ratusan kapal Sekutu menuju ke Teluk Brunei, di antaranya mengangkut 9th Australian Division of Tobruk dan mendarat ke tiga titik: Pulau Labuan, Pulau Maura, dan pantai barat Teluk Brunei.

Invasi tahap ketiga mengarah ke Balikpapan yang merupakan bekas koloni Belanda. Setelah Combined Chiefs of the Allies membatalkan rencana-rencana untuk invasi ke Jawa, banyak komandan Sekutu yang merasa bahwa tahap terakhir invasi Borneo tidak terlalu penting dan bahwa sumber daya yang mereka miliki akan lebih baik dimanfaatkan di tempat lain; akan tetapi, MacArthur tidak berubah pendirian dan memerintahkan pendaratan terakhir untuk dilakukan. Invasi Balikpapan dilakukan oleh 33.000 tentara dari 7th Australian Division yang didukung oleh tiga skadron tank (termasuk skuadron 'flamethrowing tanks'). Menjelang invasi berlangsung, delapan 'cruiser' dan sembilan 'destroyer' sekutu membobardir pantai, sementara pesawat 'bomber' B-25 dan B-24 melakukan 'saturation bombing' dan pesawat tempr dari tiga pesawat pengangkut 'strafed' pantai. Sekutu mengajak serta Belanda di dalam invasi Balikpapan. Belanda mengirimkan sejumlah kapal 'cruiser', antara lain 'Tromp'. Pengeboman dari laut yang berlangsung selama enam belas hari tersebut merupakan pertempuran terpanjang di dalam Operasi Borneo. Jepang berusaha merespon serangan udara Sekutu dengan Serangan udara kejutan pada tanggal 25 Juni 1945. Enam pesawat torpedo Jepang menyerang armada Sekutu tetapi tidak dapat mengakibatkan kerusakan serius dan, justru sebaliknya, malah kehilangan tiga pesawat.

Pada tanggal 1 Juli 1945, tentara Australia mendarat ke tiga pantai di sepanjang garis pantai. Meskipun penyapu ranjau Sekutu telah mulai membersihkan jalur lima belas hari sebelum invasi, ranjau-ranjau tetap masih berserakan dan memakan korban empat dari lima 'landing craft' (dua belas 'landing craft' rusak karena ranjau atau serangan pihak Jepang dalam pertempuran).

Tom Lansford (WWII in the Pacific, An Encyclopedia, halaman 180-183).

Bacaan pendukung:
Gailey, Harry. 'The War in the Pacific: From Pearl Harbor to Tokyo Bay' (1995).
Karig, Walter, Russell Harris, dan Frank Manson. 'Battle Report: Victory in the Pacific' (1949).
Morrison, Samuel. 'The Liberation of the Philippines: Luzon, Mindanao, the Visayas.' dalam 'History of the United States Naval Operations in World War II' (1975)


Share:

Sejarah Olahraga Anggar

Anggar adalah sebuah seni sekaligus olahraga pedang yang menggunakan senjata berujung tumpul. Olahraga anggar sangat erat hubungannya dengan sejarah masa lalu, maka tidak mengherankan bahwa jenis olahraga ini termasuk antik Referensi yang paling dipercayai sebagai awal perkembangan anggar adalah ukiran pada candi di Madinet-Habur, Mesir yang dibangun oleh Raja Ramses III yang berangka taun 1190 SM. Para pelaku anggar (dalam bahasa Inggris disebut 'fencer') digambarkan bermain menggunakan senjata yang berujung tumpul dan mengenakan topeng seperti halnya yang dikenal orang di dalam olahraga anggar saat ini.

Peradaban-peradaban kuno lain, seperti Cina, Jepang, Persia, Babylonia, Greek, dan Romawi, juga memiliki kebiasaan olahraga menggunakan pedang sebagai salah satu rangkaian untuk melatih ketangkasan di dalam bertempur. Anehnya, olahraga pedang -- yang merupakan anteseden paling langsung dari olahraga anggar modern -- baru berkembang pada era dikenalnya bubuk mesiu dan senjata api pada abad ke-14. Kejuaraan anggar mulai diselenggarakan di Jerman, tepatnya di Marxbruder Frankfort pada tahun 1480. Setelah itu bermunculan asosiasi-asosiasi anggar di berbaga negara lain di Eropa. Di Britania Raya, Masters of Defence dibentuk atas prakarsa Raja Henry VIII sebelum tahun 1540.

Dari abad ke-16 hingga abad ke-18 perlombaan berhadiah menampilkan lomba ketangkasan dan ujian permainan pedang yang diikuti oleh hampir seluruh lapisan masyarakat. Para juara bertanding melawan para penantang di dalam pertarungan menggunakan berbagai macam senjata, seperti 'singlestick', 'quarterstaffs', dan 'backswords'. Dalam pertarungan tersebut tak jarang darah bercucuran. Pada akhir abad ke-18, James Figg, juara Corporation of Fencing masters (sekaligus juara tinju Inggris), memperkenalkan 'pugilisme' dalam event perlombaan. Karena 'fisticuffs' lebih mudah untuk dipelajari daripada permainan pedang, dan akibatnya tidak fatal, maka pengenalan model baru menjadi melebihi popularitas anggar. Anggar sendiri kemudian turun derajat menjadi sekedar kejuaraan tingkat provinsi.

Olahraga anggar modern mengenal tiga jenis senjata, yakni epee, foil, dan sabre. Ketiga jenis senjata tersebut berlaku bagi atlet anggar laki-laki maupun perempuan, meskipun atlet perempuan pada awalnya lebih memiliki spesialisasi untuk berlomba pada kategori foil. Perlombaan anggar berlangsung dalam kategori perorangan dan beregu. Untuk anggar beregu, setiap regu terdiri atas tiga hingga empat atlet. Pada awal perkembangannya seorang atlit anggar turun bertanding di dalam ketiga kategori.

Share:

Wednesday, September 2, 2015

Film Perang Pasifik

Christian "Bruce Wayne" Bale dalam "Empire of the Sun" (1987) (imdb.com)


Meskipun menguatnya pengaruh Third Reich telah beberapa kali menarik perhatian studio-studio Amerika Serikat untuk membuat film, misalnya "Confessions of a Nazi Spy" (1939), "The Mortal Storm" (1940), dan "Escape" (1940), tidak ada perlakuan yang sebanding dengan bahaya yang muncul oleh militerisme dan ekspansi kerajaan Jepang selama akhir dekade 1930an. Akan tetapi, dalam hitungan hari setelah Amerika Serikat mengumumkan perang pada tanggal 8 Desember 1941, studio-studio Hollywood -- ibarat pabri-pabrik sipil yang berubah cepat menjadi 'pabrik perang' -- menjadi aktif untuk mencari cara-cara di mana mereka dapat membantu Sekutu untuk memenangkan perang. Presiden Roosevelt memahami bahwa Hollywood merupakan salah satu 'penghasut' yang paling ampuh di Planet Bumi, membentuk Office of War Information's Bureau of Motion Pictures pada tanggal 18 Desember 1941, yang mengarahkan pemerintah AS untuk "berkonsultasi dengan dan memberikan masukan kepada para produser film tentang cara-cara di mana mereka dapat berperan di dalam Usaha Pertahanan Nasional."

Seperti umumnya perusahaan-perusahaan besar yang sedang mencari keuntungan maksimal, studio-studio Hollywood pada pertengahan era 1930an telah meraup keberhasilan di dalam menetapkan standar dan stabilitas produksi mereka. Salah satu cara terpenting untuk mencapainya ialah melalui evolusi secara bertahap 'genre-genre' film, bentuk-bentuk narasi populer yang mengikuti konvensi tertentu yang 'mendelineasi' latar, tokoh dan alur cerita sebuah film. Pada bulan Desember 1941, Hollywood sangat memerlukan rumus untuk membuat film-film pertempuran Perang Dunia II, namun tidak begitu bersemangat untuk mengubah 'genre' yang mereka gunakan sewaktu Perang Dunia I, karena banyak dari film-film tersebut -- termasuk "The Big Parade" (1925) dan "All Quiet on the Western Front" (1930) -- lebih mengedepankan horor dan kekejaman perang serta persaudaraan manusia di dalam pertempuran.

Tidaklah mengejutkan bahwa studio-studio Hollywood lebih memilih untuk berpaling ke genre-genre terlama, yakni Western, yang mereka adaptasi dengan sedikit perubahan untuk membuat film pertempuran Perang Dunia II.

Hollywood menggunakan sejumlah sineas yang telah lebih dahulu dikenal dalam film Western untuk menjadi pemeran film Perang Dunia II, misalnya aktor Errol Flynn, John Wayne, dan Tyrone Powers; sutradara John Ford dan Raoul Walsh; dan penulis naskah Dudley Nichols dan Lamar Trotti. Satu alterasi yang signifikan yang sangat diperlukan untuk mengubah nuansa Western menjadi Perang Dunia II ialah representasi protagonis. Jika peran 'hero' film Western biasanya beraksi sendiri, bebas, dan mandiri (meskipun biasanya bersekut dengan sekelompok orang yang mewakili masyarakat/peradaban), satuan-satuan pertempuran Perang Dunia II harus tetap menjadi satu. Tidak ada ruang bagi aksi 'cowboy' pemberani yang sanggup bertempur sendiri.

Akan tetapi, karena individualisme gaya Amerika tidak dapat diabaikan begitu saja, solusi yang ditawarkan oleh Hollywood adalah dengan menciptakan satuan-satuan dan peleton-peleton Perang Dunia II yang terdiri atas banyak orang dari latar belakang yang berbeda, yang masing-masing mewakili susunan masyarakat Amerika: kulit putih Anglo-Saxon protestan, katolik Irlandia, Yahudi (biasanya dari New York), Afro-Amerika (meskipun satuan tempur Afro-Amerika secara terpadu baru terbentuk setelah tahun 1950), Meksiko Amerika, Polandia Amerika, Italia Amerika, petani, sopir taksi, pekerja pabrik pengolaan baja, orang Selatan, orang Midwest, dan orang New England. Tipe-tipe keragaman ini (agama, ras, etnik, pekerjaan, dan geografi) menyimbolkan demokrasi dan harmoni di dalam negara Amerika Serikat yang perlu dipertahankan dan yang menjadi alasan utama mengapa negara tersebut ikut bertempur di dalam Perang Dunia II.

Paruh pertama tahun perang Pasifik diwarnai oleh serankaian bencana bagi Amerika Serikat: kehancuran Pearl Harbor, jatuhnya Guam dan Wake ke tangan Jepang, disusul kemuian Filipina dan barisan kematian Bataan, serta kekalahan di Corregidor. Meskipun demikian, studio-studio Hollywood mengambil titik cerah di antara kegelapan yang menyelimuti Amerika Serikat dan merilis lebih dari satu lusin film pada tahun 1942 tentang Perang Pasifik, antara lain "Little Tokyo, USA" (menggambarkan sopir taksi berkebangsaan Jepang dari New York yang memimpin geriliya orang Cina melawan Jepang); "Submarine Raider" (pertempuran antara kapal selam AS dan 'aircraft carrier' Jepang); "Flying Tigers" (menceritakan aksi heroik para penerbang pesawat tempur AS); dan "Wake Island" (aksi heroik 377 marinir menghadapi tentara Jepang yang jumlahnya sangat banyak).

Film "Wake Island" yang dirilis pada awal bulan September 1942 bukanlah satu-satunya produksi pertama Hollywood yang berlatarbelakang pertempuran sebenarnya dari Perang Dunia II namun merupakan salah satu dari film yang paling representatif dan berpengaruh tentang perang tersebut. Judul pembuka, yang menghubungkan peristiwa-peristiwa Pulau Wake dengan Valley Forge dan Custer's Last Stand, menyebutkan "men who fought savagely to the death, because in dying they gave eternal life."

Pada awal tahun 1943 Hollywood merilis dua film seminal lain tentang Perang Pasifik: "Air Force" (menceritakan awak pesawat pembom B-17 menerobos wilayah musuh di Pearl Harbor, Pulau Wake, dan Manila) dan "Bataan" (menceritakan tiga-belas relawan -- mungkin menggambarkan 13 koloni awal AS, mungkin pula Yesus dan 'Twelve Apostles' -- tetap bertahan dan memutuskan untuk melakukan misi bunuh diri guna melindungi 'retreat down' Sekutu erhadap Semenanjung Bataan). Kedua film menyajikan beragam kelompok pasukan AS yang setia dan bekerja sama menghadapi pasukan Jepang, yang dianggap bertempur secara tidak adil (menyerang perempuan dan anak-anak, menyiksa orang yang sudah menyerahkan diri, dan menusuk dari belakang) dan yang merayap di lantai hutan bagaikan ular berbisa.

Film yang diproduksi setelah perang berakhir adalah "Sands of Iwo Jima" (1949), yang didedikasikan untuk Korps Marinir Amerika Serikat, menampilkan aktor John Wayne sebagai pemera utama. Menyusul kemudian pada tahun 1951 Hollywood merilis tiga film sekaligus, yaitu "The Halls of Montezuma", "Operation Pacific", dan "Flying Leathernecks"; tiga film pada tahun 1952 ("The Wild Blue Yonder", "Submarine Command", dan "Okinawa"); Film tahun 1953 terdiri atas "Thunderbirs", "From Here to Eternity", dan "Above and Beyond"; "Battle Cry" (1955); Dua film tahun 1956 ("Between Heaven and Hell" dan "Away All Boats"); "The Bridge of River Kwai" (1957); Film tahun 1958 terdiri atas "Run Silent, Run Deep", "The Naked and the Dead", dan "In Love and War"; Dua film tahun 1959 ("Up Periscope" dan "Battle of the Coral Sea"; Dua film tahun 1960 ("Never So Few" dan "Hell to Eternity"); dua film tahun 1961 ("The Battle at Bloody Beach" dan "Operation Bottleneck"; dua film tahun 1962 ("Merrill's Marauders" dan "No Man Is an Island"; dua film tahun 1963 ("PT-109" dan "Cry of Battle"); "The Thin Red Line" (1964); dua film tahun 1965 ("None but the Brave" dan "Ambush Bay"); "Beach Red" (1967); dan "Hell in the Pacific" (1968).

Pada akhir era 1960an dengan pecahnya Perang Vietnam, penggambaran Perang Dunia II di dalam bidang sinema menjadi berkurang, meskipun sempat muncul "In Harm's Way" (1965) dan "Tora! Tora! Tora!" (1970). Era 1970an ditandai dengan perilisan film "Midway" (1976) dan "MacArthur" (1976). Memasuki era 1990an film tentang Perang Dunia II, khususnya Perang Pasifik menjadi hal yang sangat langka, namun Steven Spielberg sempat memproduksi film "Empire of the Sun" (1987), disusul kemudian film garapan Terence Malick yang memiliki judul sama film tahun 1964, "The Thin Red Line" (1998). Dua karya inilah yang mengingatkan kembali akan pertempuran di Perang Pasifik kepada pencinta film abad ke-21.


Referensi:
Deutsch J.T. WWII in the Pacific, An Encyclopedia, hal. 322-328.
Empire of the Sun (1987). (2017). IMDb. Diakses 3 Desember 2017, dari http://www.imdb.com/title/tt0092965/mediaviewer/rm3900354560.

Bacaan Pendukung:
Basinger J. "The World War II Combat Film: Anatomy of a Genre" (1986).
Dick B.F. "The Star-Spangled Screen: The American World War II Film" (1985).
Doherty T. "Projections of War: Hollywood, American Culture, and World War II" (edisi ke-2, 1999).
Koppes C.R., Gregory D.B. "Hollywood Goes to War: How Politics, Profits, and Propaganda Shaped World War II Movies" (1987).
Share:

Sunday, August 2, 2015

Handphone Bersejarah

Sederet handphone (telepon genggam/telepon selular) yang mengawali teknologi di dalam perkembangan komunikasi nirkabel.

Orbitel 901 - GSM pertama yang menerima pesan singkat (sms).
siemens s10
(gsmhistory.com)
Motorola 3200 - GSM pertama yang dapat dibawa (portable).
Anon - pertama dengan baterai lithium-ion.
Hagenuk MT-2000 - pertama yang berisi permainan.
Nokia 9000 Communicator - pertama dengan mobile office.
Hagenuk (Toshiba) TCP-6000 - pertama dengan antena integral.

Siemens S10 - pertama layar berwarna.

Nokia 7110 - pertama dengan WAP (mobile Internet).
Kyocera VP210 - pertama video telephony.
Samsung SPH-WP10 - pertama dalam bentuk jam tangan.
Ericsson R380 - pertama SmartPhone (eksperimen).
Ericsson T36 - pertama dengan bluetooth.
Samsung SPH-M100 - pertama dengan MP3 player.
Samsung SCH-N300 Verizon - pertama dengan A-GPS.
Blackberry 957 Internet edition - pertama dengan push e-mail.
Matsushita P2101V - 3G pertama dengan spektrum 2100 MHz.
Sharp Mova SH251i5 - pertama dengan layar 3 dimensi.
Samsung MM-A760 - pertama mengubah suara menjadi teks.
Neonode N1 - pertama dengan kunci pengaman jari digeser.
Samsung B600 - pertama dengan kamera 10 MP.
BenQ S88 - pertama dengan OLED display.
LG Prada - pertama dengan capasitive touchscreen.
T-Mobile G1 Smartphone - pertama dengan Google Android Operating System.
Samsung Beam I8520 - pertama dengan built-in proyektor.
Nokia 808 Pureview - pertama dengan kamera 41 MP.
Sharp Pantone 517S4 - pertama dengan monitor radiasi.
Nokia N92 - pertama dengan mobile television.

Referensi:
gsmhistory.com/vintage-mobiles
Fig 17 siemens-s10. (2017). GSM History: History of GSM, Mobile Networks, Vintage Mobiles. Diakses 8 December 2017, dari http://www.gsmhistory.com/vintage-mobiles/fig-17-siemens-s10/
Share:

Istituto Lama Tzong Kapa Italia

Istituto Lama Tzong Kapa (ILTK) adalah sebuah institusi pendidikan yang menyelenggarakan ajaran Buddhisme di negara Italia. ILTK berlokasi di jantung wilayah Tuscany, tepatnya di kota Pisa. Istituto Lama Tzong Kapa berdiri pada tahun 1977 atas prakarsa Lama Thubten Yeshe. Dalam perkembangannya ILTK menjadi salah satu pusat pendidikan Buddha terbesar di benua Eropa. Istituto Lama Tzong Kapa menyelenggarakan program dasar-dasar Buddhisme (3 tahun) dan program master (7 tahun). Aktivitas rutin yang dilakukan meliputi meditasi dan pemahaman ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari untuk membuat kualitas manusia menjadi lebih baik. (Referensi: iltk.org)
Share:

Charrua Penduduk Asli Uruguay

Wilayah Uruguay (Media1.britannica.com)

Uruguay sering dianggap sebagai satu-satunya negara Amerika Latin yang tidak memiliki sejarah penduduk asli. Akan tetapi ternyata negara tersebut pernah dihuni oleh sebuah suku pribumi yang bernama "Charrua". Orang Charrua mulai mendiami Uruguay dan perbatasan Argentina dan Brasil sejak 4000 tahun yang lalu. 

Dokumen-dokumen tentang Charrua Uruguay sebelum kedatangan bangsa Spanyol belum terhimpun secara lengkap sehingga sejarah dan asal-usul tentang keberadaannya belum begitu pasti. Namun, temuan arkeologis menyebutkan bahwa jejak keberadaan Charrua dapat ditelusuri hingga 4000 tahun uang lalu. Charrua adalah bangsa semi-nomaden pemburu-peramu. Mereka mempergunakan busur dan panah untuk berburu hewan liar. Orang Charrua mahir berburu dengan mengendarai kuda. Orang Charrua memiliki kebiasaan yang menyeramkan. Mereka menggunakan tengkorak musuh untuk tempat minum dan memotong jari tangan mereka sendiri ketika kehilangan ditinggal mati orang terdekat. 

Jejak Charrua praktis menjadi tidak jelas semenjak terjadi pembantaian yang dipimpin oleh presiden pertama Uruguay, Fructuoso Rivera, pada tahun 1831. Peristiwa tersebut terjadi di Puntas del Queguay.

Share:

Saturday, August 1, 2015

Asal-usul Sri Lanka

Tersebutlah sebuah pulau besar yang terletak di sebelah timur lepas pantai anak benua India. Pulau tersebut mulanya dikenal sebagai tempat hunian bangsa pemburu. Perubahan terjadi manakala pulau tersebut didatangi oleh bangsa Sinhala pada abad VI. Bangsa Sinhala merupakan cabang dari ras Indo-Eropa yang berpindah menuju selatan melalui India. Orang Sinhala kemudian memberi nama pulau besar yang mereka diami dengan sebutan "Sinhaladvipa". Orang Inggris menyebutnya "Ceylon". Peristiwa penting Sinhaladvipa terjadi pada awal Abad III, yakni masuknya pengaruh Buddhisme. Sinhaladvipa merupakan wilayah paling jauh yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Asoka yang menganut agama Buddha. Hingga saat ini orang Sri Lanka menjadi penganut setia ajaran Buddha Theravada. Penggunaan nama "Sri Lanka" mulai dikenal pada tahun 1972. Sri Lanka memiliki arti "pulau yang indah".

Sumber: langkapura.com


Lebih dari dua abad yang lalu hampir seluruh daratan Sri Lanka dipenuhi oleh hutan alam dengan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Pada saat ini kondisi alam telah berubah drastis, mengalami penyusutan luas hutan. Saat ini hanya 30% dari total daratan Sri Lanka yang masih terjaga kelestariannya. Menurut Ellis (2011: 4) Sri Lanka, yang merupakan salah satu negara berpenduduk terpadat di dunia, telah mencanangkan kegiatan pelestarian kehidupan liar dan alam terhadap 13% dari total wilayah negara tersebut. Sri Lanka memiliki 242 spesies kupu-kupu, 435 spesis burung, 92 spesies mamalia, 107 spesies ikan, 54 spesies amfibi, 74 spesies reptil tetrapod, dan 81 spesies ular. Keragaman hayati flora di negara Sri Lanka juga luar biasa, di mana telah tercatat 830 spesies bunga endemik (230 spesies di antaranya terancam kepunahan) (Ellis, 2011: 4).

Para ahli berpendapat bahwa pulau Sri Lanka ditengarai berpenghuni manusia sejak 500 ribu tahun yang lalu. Karena tanahnya yang subur dan ramah bagi ekosistem teresterial maupun akuatik pulau tersebut menjadi tempat menarik bagi manusia purba untuk mendapatkan bahan makanan. Kegiatan bercocok tanam di Pulau Sri Lanka diduga telah ada sejak 12.000 tahun yang lalu. Kegiatan tersebut memperbanyak persediaan makanan bagi manusia yang pada waktu itu masih bertahan dengan budaya berburu. 

Sejarah yang tercatat mengenai Sri Lanka berawal dari 2.500 tahun yang lalu. Terdapat tulisan-tulisan berangka tahun sejak 1.500 tahun yang lalu ditulis oleh para biksu Buddha. Himpunan tulisan tersebut diberi nama Mahavamsa dan Culavamsa. Manuskrip bersejarah tersebut memuat gambaran detil mengenai kejayaan dan kemegahan masa lalu daerah Sri Lanka. Mahavamsa menuturkan lahirnya ras Sinhala bersamaan dengan datangnya Vijaya, yang diyakini sebagai pendiri Sinhala, sekitar 1.000 tahun sebelumnya. Mahavamsa dan Culavamsa mendapatkan pengaruh dari bias religius. Tema utamanya ialah peran historis Sinhala sebagai ujung tombak peradaban Buddha (de Silva, 1981: 3).

Sejumlah penyelidikan terkini dalam bidang arkeologi di wilayah Timur-Laut negara Thailand (Ban Chiang) dan dataran tinggi Khorat, serta ekskavasi di sejumlah tempat lain, termasuk di Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Australia Utara, menyajikan bukti yang mencengangkan mengenai kemungkinan bahwa awal peradaban manusia berada di Asia Tenggara, bukan Asia Barat. Materi yang berhasil diekskavasi dan diteliti selama berlangsungnya penelitian mengindikasikan sinyalemen bahwa kegiatan pertanian telah dilakukan nenek moyang manusia ribuan tahun lebih awal daripada kawasan lain, seperti Asia Barat, India atau Cina. Peran Sri Lanka di dalam kasus ini ialah sebagai penghubung selama berabad lamanya. Signifikansi peran strategis Sri Lanka diyakini lebih dipengaruhi oleh budaya Asia Tenggara daripada budaya India. Temuan arkeologis di Asia Tenggara tersebut juga menunjukkan bahwa kemungkinan pengaruh Asia Tenggara terhadap Sri Lanka telah masuk semenjak jaman prasejarah. 

Sri Lanka ikut berperan di dalam kegiatan perdagangan masa lalu. Hubungan dagang telah dijalin dengan negara-negara lain. Bagi para pedagang, Sri Lanka mendapatkan julukan "the granary of Asia" (lumbung Asia). Para pedagang Yunani pada masa Alexander the Great (335-323 SM) datang ke Sri Lanka untuk melakukan perdagangan batu mulia, muslin dan tempurung kura-kura, dan Sri Lanka pada waktu itu terkenal sebagai penghasil gading gajah dan beras. Terjadilah hubungan dagang antara Kekaisaran Romawi dan Sri Lanka pada masa Anuradhapura yang selanjutnya bertahan selama 14 abad. 

Agama Buddha diperkenalkan ke masyarakat Sri Lanka pada sekitar tahun 246 SM, yakni pada masa kekuasaan Chola dengan pusat pemerintahan di Polonnaruwa. Chola berhasil menaklukkan daerah India bagian Selatan dan memperkuat pengaruh buddhisme. Pada periode tahun 1153-1186 di bawah kekuasaan Raja Parakramabahu I Sri Lanka terkenal sebagai pulau yang memiliki banyak bangunan megah dan saluran irigasi yang baik. Sisa-sisa kejayaan masa lalu tersebut masih dapat dilihat hingga sekarang pada situs reruntuhan di Polonnaruwa (Ellis, 2011: 5).

Referensi:
de Silva K.M. (1981). A History of Sri Lanka. London, Great Britain: C. Hurst & Co (Publishers) Ltd.
Ellis R. (2011). Sri Lanka. Edition 4. London, Great Britain: Bradt.
(2017). Lankapura.com. Diakses 3 Desember 2017, dari http://lankapura.com/wp-content/gallery/maps-of-sri-lanka-ceylon/map-of-taprobane.jpg.
Share:

Sejarah Perkembangan Televisi

Usaha manusia untuk mengabadikan peristiwa dalam bentuk rekaman gambar bergerak telah dimulai sejak sekitar tahun 1911, ketika Boris Kosing mengadakan eksperimen di Rusia. Memasuki awal dekade 1920 John Baird di Inggris dan Charles Jenkins di Amerika Serikat melakukan eksperimen dengan menggunakan cakram berputar yang memiliki lubang-lubang yang disusun dengan pola spiral. Pada tahun 1927 seorang pemuda bernama Taylor Farnsworth mempertunjukkan hasil rancangannya di San Francisco. Rancangan berupa televisi listrik tersebut merupakan hasil eksperimen rekaman gambar bergerak dalam bentuk yang dikode pada gelombang radio dan ditransformasikan kembali menjadi sebuah gambar pada layar.

Pembuatan televisi listrik secara "komersial" diawali oleh perusahaan RCA yang pada saat itu mendominasi bisnis radio di Amerika Serikat melalu jaringan NBC. RCA merekrut Vladimir Zworkyn, salah seorang teknisi yang ikut serta dalam eksperimen Rosing.

Model-model awal televisi yang diproduksi oleh Jerman, Britania Raya, Rusia, dan Amerika Serikat, dan Prancis sebelum Perang Dunia 1938-1945 (tvhistory.tv).

A. Televisi buatan Jerman
Telefunken FE-III (tvhistory.tv)

1. Telefunken FE-III (1934-35)
2. Loewe FE-B (1935-36)
3. Fernseh-AG (1936-37)
4. Telefunken FE-VI (1937-38)
5. Fernseh DE-6 (1938)

B. Televisi buatan Britania Raya
1. Baird Model "C" (1928)
2. Baird "Televisor" (1930)
3. Baird T5 (1936)
4. Baird T14 (1936)
5. Marconi 705 (1936)
6. Cossor 437T (1937)
7. Murphy A42V (1937)

C. Televisi buatan Rusia
1. Model B2 (1934)
2. Pioneer-TM3 (1934)
3. Model TK-1 (1938)

D. Televisi buatan Amerika Serikat
1. GE "Octagon" (1928)
2. Western Television (1929)
3. Jenkins Radio-TV Receiver - Model JD30 (1932)
4. DuMont 180 (1938)

E. Televisi buatan Prancis
1. Semivisor (1929)
2. Emvysor Cathode Ray TV - Model 95 (1936)

Pada tahun 1939 RCA menayangkan siaran televisi pembukaan New York World's Fair yang di antaranya berisi pidato Presiden Amerika Serikat, Franklin Roosevelt. Peristiwa tersebut menjadikan FDR sebagai presiden pertama yang tampil di layar televisi. Pada tahun yang sama RCA membayar lisensi penggunaan paten kepada Farnsworth.


Referensi:
History of Television, Grolier Encyclopedia.
1935-1941. (2017). Tvhistory.tv. Diakses 8 December 2017, dari https://www.tvhistory.tv/1935-1941.htm
Share:

Sejarah Nepal

Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa kemunculan negara Nepal dimulai oleh keberadaan bangsa Gopala dan Mahishapalara yang menghuni wilayah tersebut dan membentuk pemerintahan yang berpusat di Matatirtha, sebelah ujung barat daya Kathmandu.


Pada sekitar abad VII-VIII SM lembah Kathmandu dikuasai oleh bangsa Kiranti. Dalam kisah Mahabharata tersebut penguasa Kathmandu dari bangsa Kiranti bernama Yalumber.


Kekuasaan Kiranti berakhir pada tahun 300 M oleh serangan bangsa Licchavi dari India utara. Licchavi meninggalkan warisan berupa Candi Changu Narayan di dekat Bakhtapur. Candi tersebut sekarang terdaftar ke dalam Unesco World Heritage Sites (Culture).


Meskipun pengaruh kebudayaan Licchavi sangat mendominasi namun masa kejayaan Lembah Kathmandu justeru terjadi pada masa kekuasaan bangsa Malla yang mulai menduduki daerah tersebut pada tahun 1200 M. Kekuasaan bangsa Malla atas Kathmandu berlangsung selama 550 tahun. Kemudian, setelah kematian Yaksha Malla, wilayah kerajaan terpecah menjadi tiga bagian: Kathmandu (Kantipur), Bhadgaon (Bhaktapur), dan Patan (Lalitpur).


Referensi: welcomenepal.com
Share:

Friday, July 24, 2015

Sejumlah Tahun Penting Amerika Latin

1903 Panama menyatakan kemerdekaan dari Kolombia didahului oleh sebuah revolusi yang dipimpin oleh Philippe Jean Bunau-Varilla.

1904 Perjanjian Perdamaian Bolivia-Chile mengakhiri peperangan kedua negara tersebut yang berlangsung antara tahun 1879 dan 1884.

1914 Terusan Panama (Panama Canal) resmi beroperasi setelah dibangun selama 10 tahun dengan biaya 36h juta dollar.

1930 Presiden Peru, Ausgusto Leguioa, dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya oleh pemberontak pada bulan Agustus.

1930 Revolusi terjadi di Brasil setelah kandidat dari partai konservatif, Julio Prestes, terpilih sebagai presiden. Sejumlah provinsi di daerah selatan menolak pengangkatannya.

1932 Perang Kolombia-Peru disebabkan oleh tindakan Peru menduduki kota Leticia yang terletak di perbatasan Amazon.

1946 Colonel Juan Peron terpilih sebagai Presiden Argentina.

1948 Perang Saudara di Costa Rica karena inkumben presiden Teodora Picado menganulir kemenangan Otilio Ulate dalam pemilihan umum.

1948 Konferensi Pan Amerika berlangsung di kota Bogota, Kolombia. Konferensi tersebut menghasilkan Organization of American States (OAS) yang bertujuan menggalang kerjasama antara Amerika Selatan dan Amerika Utara.

Referensi: Encyclopedia of World History, Vol. V, Infobase Publishing, 2008.
Share:

Mengenal Legiun Kerajaan Romawi

Daftar Legiun (Legio) Kerajaan Romawi di bawah ini belum lengkap. Angka di dalam kurung adalah tahun aktif legiun.

Legio I Germanica (48 SM-70 M)
Legio II Augusta (43 SM-abad IV M)
Legio III Cyrenaica (36 SM-abad IV M)
Legio III Gallica (49 SM-abad IV M)
Legio IV Macedonica (48 SM-78 M)
Legio IV Scythica (42 SM-abad V M)
Legio V Alaudae (52 SM-86 M)
Legio VI Ferrata (52 SM-250 M)
Legio VI Victrix (41 SM-402 M)
Legio VII Claudia Pia Fidelis (51-44 SM)
Legio VII Gemina (51-44 SM)
Legio VIII Augusta (59-48 SM)
Share:

Wednesday, July 22, 2015

Invasi Knut Denmark Terhadap Britania

INVASI KNUT TERHADAP INGGRIS.

Knut (Canute) adalah seorang raja yang pernah menduduki tahta Kerajaan Denmark pada awal millennium pertama masehi. Ia adalah anak dari Raja Svein Forkbeard. Knut naik tahta pada usia 10 tahun. Sebenarnya Knut merupakan pewaris kedua, namun karena kakaknya, Harald, meninggal, maka Knut lah yang menggantikan Svein setelah ayahnya tersebut meninggal pada tahun 1014.

Knut melanjutkan usaha Svein untuk menguasai Inggris yang kala itu dipimpin oleh bangsa Anglo-Saxon.

Demikian menurut penuturan Knytlinga Saga: The History of the Kings of Denmark.

Referensi: diremilitari.org
Share:

Thursday, July 16, 2015

Martha Christina Tiahahu

MARTHA CHRISTINA TIAHAHU...

Seorang perempuan muda berjiwa patriot. Seorang gadis belia berhati singa. Bahkan ia tak sempat menginjak dekade kedua dalam kehidupannya.

Mutiara Laut Banda yang mungkin menjadi "unsung heroine" diantara tokoh-tokoh perempuan lainnya dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Atas tekadnya untuk memerdekakan sesamanya, atas kesanggupannya mengorbankan masa remaja demi kebebasan bangsanya dari belenggu penjajah, ia pantas menjadi pelopor sesungguhnya kebangkitan perempuan Indonesia dalam ikut serta secara aktif untuk menentukan masa depan bangsa.

Deburan ombak Laut Banda akan senantiasa mengalunkan lagu pujian untuk kebesaran jiwanya.

Rest In Peace. Surga terindah menantimu di sana.

MARTHA CHRISTINA TIAHAHU
Lahir: Maluku Tengah, 1801.
Meninggal: Kapal Everstein, 1 Januari 1818.
Pertempuran: Saparua dan Ouw-Ullath
Afiliasi: Paulus Tiahahu, Thomas Matulessy.
Share:

Sepeda Motor Pertama di Indonesia

Sepeda motor telah menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari sebagian besar masyarakat Indonesia. Pasar sepeda motor dari waktu ke waktu semakin ramai, para produsen sepeda motor terus memasang target peningkatan penjualan.

Perkembangan sepeda motor di Indonesia dapat ditelusuri jejaknya hingga masa sebelum Republik Indonesia terbentuk, yakni pada akhir abad ke-19. Pada waktu itu wilayah Indonesia masih bernama Hindia Timur Belanda.

Sepeda motor pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1894. "Merk" sepeda motor tersebut adalah Hildebrand & Wolfmuller, buatan Jerman. Adapun orang pertama yang diyakini sebagai pengendaranya di wilayah Indonesia adalah John C. Potter, seorang teknisi pada sebuah pabrik di daerah Probolinggo.

Informasi singkat tentang sepeda motor Hildebrand & Wolfmuller: dirancang oleh Hildebrand bersaudara (Heinrich dan Wilhelm) dan Alois Wolfmuller di Munich, Jerman; mesin berkapasitas 1488 cc dan dapat mencapai kecepatan maksimal 45 km/jam; dianggap mirip spesifikasi mesin pesawat terbang dalam skala lebih kecil.

Jejak keberadaan sepeda motor Hildebrand & Wolfmuller di Indonesia masih dapat ditemukan di Museum Lalu Lintas di Surabaya, Jawa Timur. Adapun beberapa unit lain yang masih terselamatkan hingga sekarang disimpan di Deutsches Zweirad-und NSU-Museum (Jerman), Science Museum (Inggris), The Henry Ford (Amerika Serikat), dan Wells Auto Museum (Amerika Serikat).

Referensi:
deuscustoms.com.
sumber lainnya.
Share:

Wednesday, July 15, 2015

Siemens Pelopor Handphone Layar Berwarna

Perusahaan asal Jerman, Siemens, menjadi pelopor handphone dengan layar berwarna melalui modelnya yang diluncurkan pada tahun 1997, Siemens S10.

Siemens S10 merupakan gebrakan baru dalam industri telepon nirkabel kala itu karena memperkenalkan layar berwarna. Komposisi layar Siemens S10 terdiri atas empat warna (biru, hijau, merah, dan putih) enam garis.

Spesifikasi umum Siemens S10 adalah sebagai berikut: panjang/lebar/tebal (mm) 150/49/25; berat (g) 185; jaringan GSM; resolusi layar 97x54 pixel; baterai Li-Ion 1800 mAh.

Varian dari model ini adalah Siemens S10 Active. Dengan kelebihannya yang tahan benturan, debu, dan air, S10 Active didesain untuk menunjang kegiatan komunikasi di luar ruangan.

Referensi:
mobileindustryreview.com
gsmarena.com
Share:

Timbuktu Awal Pertumbuhan Islam di Afrika

Keberadaan Timbuktu berawal pada abad V manakala sekelompok orang Tuareg mendirikan perkemahan untuk tempat istirahat sementara. Perkemahan tersebut dijaga oleh seorang perempuan tua bernama Buktu. Dari situlah nama daerah tersebut berasal: Timbuktu (Tim = tempat).

Timbuktu berlokasi di Afrika, menjadi pintu masuk ke Gurun Sahara. Daerah tersebut menjadi titik pertemuan dan jalur perdagangan pada masa keemasannya.

Perkembangan Islam di Afrika berawal dari Timbuktu. Pada era kejayaannya Timbuktu pernah memiliki perguruan tinggi tempat belajar Al Qur'an bernama Sankore University dan sekolah-sekolah Islam terkemuka. Di situlah berkumpul para intelektual dan ahli ilmu agama Islam.

Timbuktu memiliki tiga buah masjid besar: Djingareyber, Sankore, dan Sidi Yahia. Arsitektur dan fungsi ketiga masjid yang dibangun sejak abad XIII ikut mengilhami masjid-masjid masa kini.

Timbuktu sekarang termasuk ke dalam UNESCO World Heritage List, kategori situs yang terancam kelestariannya. Sebagai usaha untuk mempertahankan keberadaannya, tiga rencana pengelolaan telah diberlakukan, yaitu Revitalization and Safeguarding Plan of the Old Town (2005), Strategic Sanitary Plan (2005), dan Conservation and Management Plan (2006-2010).

Referensi: whc.unesco.org
Share:

Mengenal Dinasti Kerajaan Byzantium

Periode kekuasaan Kerajaan Byzantium dapat dibagi menurut dinasti penguasanya. Berdasarkan sumber sejarah, Byzantium dikuasai oleh lima dinasti dalam kurun waktu antara tahun 324 hingga 518.

DINASTI CONSTANTINE (tahun 306-365)
324-337 Constantine I, the Great (Valerius Aurelius Contantinus)
337-361 Constantius I (Flavius Iulius Constantius)
337-350 Constans I (Flavius Iulius Constans)
361-363 Julian, Apostate (Flavius Claudius Julianus)

DINASTI VALENTINE (tahun 364-379)
364-375 Valentinian I (Flavius Valentinianus)
375-378 Valens (Flavius Iulius Valens)
378-379 Gratian (Flavius Gratianus)

DINASTI THEODOSIAN (tahun 379-457)
379-395 Theodosius, the Great (Flavius Theodosius)
395-408 Arcadius (Flavius Arcadius)
408-450 Theodosius II (Flavius Theodosius)
450-453 Pulcheria (Aela Pulcheria)
450-457 Marcian (Flavius Marcianus Augustus)

DINASTI LEONID (tahun 457-578)
457-474 Leo I, Trachia (Flavius Valerius Leo)
474-474 Leo II, the Little (Flavius Leo)
474-491 Zeno (Flavius Zeno)
475-476 Basilicus (Flavius Basilicus)
491-518 Anastasius I, Dicorus (Flavius Anastasius)

*Catatan:
Byzantium juga pernah mengalami masa "tanpa dinasti", yaitu pergantian kekuasaan oleh orang yang tidak memiliki hubungan keluarga. Masa itu terjadi antara tahun 363 dan 364 (periode antara Constantine dan Valentine), ketika Jovian naik tahta.

Referensi:
byzantium.seashell.net.nz
metmuseum.org/hd_byza.htm
Share:

Kronologi James Watt

1736 : lahir di Greenock, Skotlandia.
1755-56 : mengikuti kursus perancang ilmiah di London, Inggris. Kemudian kembali ke Skotlandia. Ia menetap di Glasgow dan membuka bengkel pelatihan yang berafiliasi dengan Glasgow University.
1765 : berhasil melakukan perubahan efisiensi mesin uap Newcomen.
1774 : pindah ke Birmingham, Inggris. Di situ ia menjalin kerjasama dengan Matthew Boulton di Soho Manufactory.
1784 : tercatat dalam Fellows of the Royal Society of Edinburgh.
1785 : tercatat dalam Fellows of the Royal Society of London.
1806 : meraih gelar Doctor of Laws dari Glasgow University.
1814 : tercatat dalam Foreign Members of the Academie des Sciences, Paris.
1819 : meninggal dikebumikan di Handsworth.
Share:

George Stephenson

George Stephenson adalah seorang insinyur teknik sipil dan mesin yang pertama kali membangun jalur kereta api di dunia yang dilalui oleh lokomotif bertenaga uap. Karena reputasinya ia dijuluki sebagai "father of railway" (bapak perkeretaapian). Para pengamat pada era pemerintahan Ratu Victoria di Britania Raya menganggap George Stephenson sebagai teladan. Ia menularkan ilmu terapan dan semangat untuk mencapai kemajuan teknologi.

George Stephenson lahir di Northumberland, Britania Raya, sebagai anak kedua dari pasangan Robert dan Mabel Stephenson. Pada usia 17 tahun George bekerja sebagai operator mesin di Newburn. Ia kemudian mulai bersekolah setelah menganggap bahwa menulis dan membaca itu penting untuk menimba ilmu.

Pada tahun 1801 George Stephenson pindah kerja pada Black Callerton Colliery. Pada tahun 1802 ia menikah dengan Frances Henderson dan pindah ke Willington Quay di dekat Newcastle.

Pada tahun 1811 George Stephenson menawarkan diri untuk menjadi teknisi mesin pompa pad perusahaan High Pit di Killingworth. Dari situlah ia belajar dan merintis karir sebagai ahli mesin bertenaga uap, yang kelak dijadikannya sebagai penggerak mesin lokomotif kereta api.
Share:

Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon (worldatlas.com)
Solomon adalah sebuah kepulauan di kawasan Pasifik yang terdiri atas gugusan hampir dari 1000 pulau kecil. Kepulauan Solomon menjadi tujuan wisata untuk kawasan Pasifik karena keindahan alamnya. Kepulauan ini tercatat memiliki 4500 spesies tumbuhan dan 69 spesies burung. Komposisi bawah laut Solomon diyakini sebagai habitat kehidupan laut yang terkaya di dunia.

Menurut temuan di gua-gua di daerah Guadalcanal, Kepulauan Solomon telah dihuni oleh manusia sejak tahun 1300-1000 SM. Sumber lain menyatakan bahwa Solomon telah berpenghuni semenjak terjadi pemisahan daratan dengan Asia Tenggara (30000 SM).

Kedatangan pertama bangsa Eropa ke gugusan pulau tersebut terjadi pada tahun 1568 oleh seorang penjelajah asal Spanyol bernama Mendana. Orang inilah yang memberi nama "Isle of Solomon". Ketika tiba di sana dan mendapati kekayaan alam daerah tersebut, Mendana teringat pada riwayat kitab tentang kekayaan emas yang dimiliki oleh Raja Solomon sehingga menamakannya demikian. Adapun bangsa Inggris mencapai Kepulauan Solomon pada era 1800an.

Jejak Arkeologis Kepulauan Solomon (Rukia, 1989: 5-7):

Permukiman pertama di Kepulauan Solomon terdapat di Pulau Nendo dan Kepulauan Reef. Pulau Nendo merupakan sebuah pulau vulkanik dengan ketinggian sekitar 660 m, sedangkan Kepulauan Reef sebagian besar terdiri atas pulau-pulau koralin dengan ketinggian tidak lebih dari 31 m di atas permukaan laut. Setelah Kepulauan Solomon menyatakan kemerdekaan pada tahun 1978, gugusan pulau-pulau kecil yang semula bernama Eastern District, berubah menjadi Provinsi Temotu, yang di dalamnya juga mencakup bagian luar Polynesia, yakni Anuta, Tikopia, dan Taumako. 

Temuan arkeologis juga didapatkan di Gua Vatuluma, yang terletak di pantai utara Pulau Guadalcanal, pulau terbesar di Kepulauan Solomon. Para peneliti, antara lain William Davenport, Tom Russell, dan J.L.O. Tedder menemukan deposit arkeologis berumur 3000 tahun. Ekskavasi situs arkeologis dimulai pada bulan Desember 1966 dan berakhir pada bulan Agustus 1968.

Hasil pengamatan di Anuta menyebutkan bahwa manusia telah membangun permukiman sejak sekitar tahun 1000 SM. Anuta merupakan sebuah pulau kecil di bagian luar Polinesia yang dihuni oleh orang berbicara Austronesia, yang secara fisik maupun bahasa tidak jauh berbeda dari penduduk Polinesia bagian barat. Penyelidikan arkeologis oleh P.V. Kirch dan P.H. Rosendahl menemukan benda-benda kebudayaan masa lalu, seperti kail ikan dan ornamen berbahan kulit kerang.

Davenport juga mengadakan penyelidikan arkeologis antara tahun 1964 dan 1966 dilakukan di Pulau Santa Ana. Penduduk setempat menyebutnya Aoraha. Pulau Santa Ana terletak berdekatan dengan Pulau Santa Catalina (Aorigi). Kedua pulau tersebut berada di ujung Timur Makira. Baik Santa Ana maupun Santa Catalina merupakan pulau koral yang terangkat naik ke permukaan dan sebagian besar berupa batu kapur. Pengamatan dari empat situs arkeologis, yakni Maworo, Feru I, Feru II dan Rate, menghasilkan temuan berupa gua-gua kuno yang di dalamnya terdapat sejumlah benda perabotan dan gerabah. 

Referensi: 
Rukia, A. (1989) "Digging". In: Laracy H., Alasia S. (eds), Ples Blong Iumi: Solomon Islands, the past four thousand years. Auckland, New Zealand: University of the South Pacific, Institute of Pacific Studies. pp.1-16.
visitsolomons.com.sb

Share:

Sunday, July 12, 2015

Kerajaan Gowa Tallo

Pada abad ke-11 di Sulawesi Selatan terdapat Kerajaan Gowa, Tallo, Wajo, Soppeng, dan Luwu. Perkembangan kerajaan-kerajaan itu tidak sama karena masing-masing mempunyai potensi yang berbeda. Kerajaan Gowa dan Tallo menjadi besar karena letaknya strategis, yaitu berada di jalur perdagangan, sehingga sering menjadi tempat persinggahan pedagang dari Ternate dan Tidore yang akan berdagang ke Malaka dan Jawa. Kerajaan Gowa dan Tallo akhirnya dipersatukan menjadi Gowa Tallo dengan pusat pemerintahan berada di Somboapu (Makasar). Kerajaan Gowa Tallo berkembang pesat dan menjadi penghubung antara Malaka, Jawa, dan Maluku.

Sebelumnya Kerajaan Gowa Tallo telah berhubungan baik dengan Sultan Ternate yang telah menganut agama Islam. Pada awal abad ke-17, Raja Gowa, Daeng Manrabia, memeluk agama Islam dan bergelar Sultan Alauddin. Sejak saat itu Islam mengalami perkembangan yang pesat. Puncak kejayaan Gowa terjadi pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin.

Referensi: H Purwanta, A Ferry T Indratno, J Sumardianta, Ignaz Kingkin TA, Sejarah SMA/MA Kls XI-Bahasa 
Share:

Council Nicaea

Constantine I ternyata belum terlalu siap menghadapi perpecahan di dalam gereja Kristen, sehingga menimbulkan ancaman bagi stabilitas Romawi Timur yang ia sebut sebagai "sama berbahayanya dengan peperangan dan pertempuran". Sebuah council yang beranggotakan para pemimpin gereja berkumpul di Nicaea pada tahun 325 untuk membahas Arianisme, yang menganut doktrin bahwa Yesus Kristus (Anak) tunduk kepada Tuhan (Bapa).

Council Nicaea menentang Arianisme dengan mengeluarkan "Nicaea Creed", sebuah rumusan teologis yang memuat pernyataan bahwa Anak dan Bapa adalah substansi yang sama sehingga kedudukannya sejajar. Meskipun Council Nicaea akhirnya dapat "memecahkan" masalah tentang Arianisme, namun perpecahan terus berlangsung, termasuk pada masa setelah Constantine I.
Share:

Saturday, July 11, 2015

Abbas I the Great (1571-1628)


Abbas I the Great adalah raja (Shah) Persia. Ia dilahirkan di Herat (sekarang wilayah Afghanistan) pada tanggal 27 Januari 1571. Ayahnya bernama Shah Mohammed Khudabanda dari dinasti Safavid. Pada saat itu Persia menghadapi pergolakan karena perpecahan di dalam tubuh Tentara Qizibash. Selain itu, Persia sedang terancam oleh Kerajaan Ottoman, Uzbek, dan Mughal.

Pada tanggal 1 Oktober 1587, salah seorang pemimpin Qizibash bernama Murshid Qoli Khan, melakukan kudeta dan memaksa Shah Mohammed untuk turun tahta dan menyerahkan kekuasaannya kepada Abbas yang kala itu berusia 16 tahun. Abbas mengkonsolidasikan kekuasaan dan menyebabkan terbunuhnya Murshid pada tahun 1589. Abbas kemudian mereformasi pemerintahan dengan mengurangi pengaruh dari Qizibash dan memodernisasi angkatan bersenjata. Modernisasi yang ia lakukan meniru cara-cara Kerajaan Ottoman dan Barat. Pada tahun 1598 Abbas I memindahkan ibukota Kerajaan Persia dari Qazvin ke Isfahan.

Setelah mengadakan reformasi, Abbas I memerintahkan penyerangan terhadap musuh-musuh asing, antara lain Uzbek (1590-1598), yang telah menduduki wilayah Herat, Meshed, dan Khorasan. Pada tahun 1602 Abbas I memanfaatkan keuntungan dari masalah internal yang menimpa Kerajaan Ottoman dengan melakukan invasi ke kerajaan tersebut. Pada bulan Oktober 1603 Persia berhasil menduduki Tabriz, tahun 1604 menguasai Yerevan, disusul kemudian pendudukan terhadap Shirvan dan Kars. Hasil invasi ini mengembalikan wilayah Persia yang dulu direbut oleh Ottoman.

Pada tahun 1613 Abbas I mengirimkan pasukan ke Georgia. Pada tahun 1622 ia menginvasi Kandahar dan merebut Ormuz dari tangan tentara Portugis. Ia berusaha mengganti peran pelabuhan Ormuz dengan Bandar Abbas namun usaha tersebut tidak berhasil.

Tahun-tahun terakhir kekuasaan Abbas I yang Agung penuh dengan masalah. Ketiga anak laki-lakinya yang mulai menginjak dewasa dianggap sebagai ancaman kekuasaan. Maka dari itu Abbas I melakukan segala cara untuk mencegah kemungkinan pengambilalihan kekuasaan oleh anak keturunannya. Ia membunuh atau membutakan mata anak-anaknya sendiri. Abbas I tewas pada tanggal 19 Januari 1629 di Mazandaran, Iran. Tahta Kerajaan Persia kemudian diambilalih oleh cucunya yang bernama Sam Mirza, yang memiliki gelar Shah Safi.

Sumber: 500 Great Military Leaders (Spencer C. Tucker: 2014)
Share:

Peta Wilayah Afrika tahun 1914

Benua Afrika tidak luput dari imperialisme pada masa pendudukan fisik oleh bangsa-bangsa Eropa. Afrika pada masa kini telah terbagi ke dalam 54 negara berdaulat (Countries of the World, 15 November 2017). Benua ini dikelilingi oleh perairan dari semua penjuru: di sebelah Utara Laut Mediterranea, di sebelah Timur-Laut Terusan Suez dan Laut Merah, dari Timur menuju Tenggara dibatasi oleh Samudera Hindia, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Atlantik. Selain itu, Benua Afrika juga mencakup 115 pulau kecil di sepanjang garis pantai Timur.


Sumber gambar:  Tucker dan (2005: xli)

Pada masa menjelang terjadinya Perang Besar (kemudian disebut pula sebagai Perang Dunia Pertama), sejumlah imperialis Eropa berkuasa atas wilayah-wilayah penting di Afrika. Seperti yang tercantum pada peta di atas (Tucker & Roberts, 2005: xli), Prancis menguasai Nigeria, Mauritania, Maroko, Aljazair, dan sebagian Somaliland. Britania menduduki sepertiga bagian Somaliland, Sudan (bersama Mesir), dan Afrika Timur. Jerman menguasai Afrika Timur, dan Afrika Barat Daya. Belgia, Spanyol, dan Italia tidak ketinggalan ambil bagian dengan menduduki, masing-masing Congo, sebagian wilayah Maroko dan Guinea, dan sepertiga wilayah Somaliland. Terakhir, Portugal berkuasa atas Sao Tome. 

Hal yang menarik dari peta Afrika tahun 1914 ialah status Liberia sebagai sekutu bagi Amerika Serikat dan Abyssina yang berstatus netral akan dibahas pada kesempatan berikutnya.

Referensi:
List of countries in Africa. [https://www.countries-ofthe-world.com/countries-of-africa.html], diakses pada tanggal 15 November 2017.
Tucker S. C., Roberts P. M. (2005). Encyclopedia of World War: A Political, Social and Military History
Share:

Kerajaan Kanjuruhan


Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang berlokasi di wilayah yang sekarang termasuk ke dalam Provinsi Jawa Timur. Pusat pemerintahan Kerajaan Kanjuruhan berada di Kejuron, yang berada di dekat Kota Malang. Penuturan dari Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 706 menyatakan bahwa Kerajaan Kanjuruhan dipimpin oleh Raja Dewashimha. Setelah Dewashimha mangkat, ia digantikan oleh Limwa. Raja Limwa memiliki nama lain yaitu Gajayana. Ia adalah seorang penganut Hindu dan menyembah Dewa Agastya. Salah satu bentuk ketaatannya ditunjukkan dengan membangun candi pemujaan yang ia beri nama Sang Agastya.

Kerajaan Kanjuruhan bertahan hingga awal abad ke-10, ketika mendapatkan serangan dari Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Rakai Watukura. Kanjuruhan kemudian menjadi daerah kekuasaan Mataram.

Sumber: Mengenal Kerajaan-kerajaan Nusantara (Deny Prasetyo, 2009)
Share:

Constantinople Sebagai Pusat Romawi Baru

Raja Constantine memegang kekuasaan penuh atas seluruh wilayah Romawi dan setelah naik tahta ia bergelar Constantine I. Segera setelah ia menaklukkan Licinius, Constantine I membangun kembali Byzantium sebagai pusat agama Kristen. Byzantium selesai dibangun pada tahun 330 dan mendapatkan julukan "Romawi Baru" dan diubah namanya menjadi Constantinople. Dalam 18 tahun pertama kemenangan Constantine I Kerajaan Romawi mengakui adanya agama baru, memiliki pusat kekuasaan baru dan mengalami perubahan budaya.

Namun demikian, pengaruh budaya Yunani tetap kuat bagi ROmawi. Karena itu penduduk Byzantium tetap menggunakan bahasa Yunani di dalam percakapan dan komunikasi sehari-hari. Dengan berdirinya Constantinople, budaya yang lebih dahulu ada menyerap budaya baru. Pertautan budaya ini terlihat pada penamaan kota Constantinople, yang berasal dari istilah bahasa Yunani, yaitu "Constantinopolis".

Selama beberapa abad Constantinople menjadi simbol berakhirnya Kerajaan Romawi Lama dan awal lahirnya Kerajaan Romawi Baru (Byzantium). Momentum ini ditanda pula dengan perubahan identitas kota Roma, yang kemudian menjadi tempat kedudukan Paus sebagai pemimpin agama Kristen.

Sumber: historyworld.com
Share:

Friday, July 10, 2015

Masa Pergolakan Byzantium (364-378)

Raja Byzantium, Justian terbunuh dalam pertempuran menghadapi Persia pada tahun 363. Setelah kematiannya jajaran militer Kerajaan Byzantium mengadakan seleksi untuk memilih raja yang baru. Kandidat dipilih dari keluarga kerajaan dan terpilihlah Jovian sebagai pengganti Justia. Jovian bukanlah orang sembarangan karena dia ikut berjasa di dalam menyelamatkan legiun-legiun Romawi dari bahaya dengan cara melakukan konsesi-konsesi penting. Naik tahtana Jovian sebagai raja diwarnai oleh lepasnya wilayah kekuasaan di Mesopotamia dan Armenia ke tangan Persia.

Pemerintahan Jovian ternyata tidak bertahn lama. Ia meninggal karena sakit, meninggalkan sengketa dan perdebatan banyak pihak. Konsesi-konsesi yang ia lakukan semasa hidup dianggap membaut malu Constantinople. Selain merasa dipermalukan oleh Persia, Byzantium juga terancam kehilangan dua sungai penting di perbatasan, yaitu Danube dan Rhine. Ancaman terbesar dari Hun pada masa pemerintahan Raja Valens, muncul serangan dari Visigoth, Valens terbunuh dalam pertempuran di Adrianople pada tahun 378 adalah serangkaian pergolakan yang gangguan stabilitas Kerajaan Byzantium. Kerajaan tersebut juga kehilangan kekuasaannya di wilayah Barat.


Referensi: historyworld.com
Share: